Jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 sebanyak
7.209 CPNS. Formasi itu merupakan jumlah total yang dibutuhkan oleh 32
pemerintah daerah di Sumut.
Dari jumlah itu, tenaga guru yang paling banyak dicari dengan total 3 ribu kursi. Menyusul kemudian kemudian kebutuhan tenaga teknis mencapai 2.009 kursi serta tenaga kesehatan 1.957 orang.
Jumlah formasi itu tidak mengikutkan Tanjung Balai dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Kedua daerah tidak menerima pegawai baru karena alasan minimnya anggaran untuk menggaji. Sementara kuota CPNS untuk Tanjung Balai untuk guru 66 orang, tenaga kesehatan 71 orang dan tenaga teknis 64 orang, dengan jumlah keseluruhan 241 orang. Sementara untuk Tobasa tenaga guru sebanyak 110 orang, kesehatan 66 orang dan tenaga teknis sebanyak 64 orang dengan jumlah keseluruhan 240 orang.
Terkait jumlah CPNS yang diterima Pemko Medan sebanyak 184 orang, dikatakannya, tidak terkait dengan banyaknya tenaga pegawai honorer Pemko Medan. Lahum menegaskan, semua pegawai honorer di Pemko Medan sudah masuk database. Untuk honorer tahun 2005 sebanyak 195 orang. Itu juga sudah masuk database. Dan itu tidak ada hubungannya ke penerimaan CPNS.
Terkait tahapan penerimaan CPNS, Komisi A DPRD Sumut menekankan pada kabupaten/kota agar menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Hal itu sesuai PP nomor 19 tahun tahun 2010 yang menerangkan bahwa Gubernur adalah koordinator penyelenggaraan penerimaan CPNS di daerah.
Ada isu yang berkembang bahwa untuk penerimaan CPNS harus menyetor 150 juta rupiah ketika pemda bekerja sama dengan universitas luar daerah. Lebih baik daerah bekerja sama dengan USU atau UNIMED saja,” tegas Hardi.
Turut hadir pada rapat tersebut segenap jajaran BKD se-Sumut, diantaranya, BKD kota Tanjung Balai, BKD Sibolga, BKD Tapsel, BKD Kota Medan, BKD Karo, BKD Asahan, BKD Labuhan Batu, BKD Samosir, BKD Labusel dan BKD Binjai.
—
Formasi CPNS Tahun 2010
No. Daerah Guru Kesehatan Teknis Jumlah
1. Provsu 43 90 152 290
2. Medan 83 55 46 184
3. Binjai 68 46 39 153
4. Siantar 62 43 32 137
5. Tebing 66 46 39 151
6. Pasid 108 56 46 210
7. Sibolga 106 78 61 245
8 G. Sitoli 106 63 73 242
9 D. Serdang 96 64 53 213
10 Srdang Bedagai 109 74 62 245
11 Langkat 96 64 53 213
12 Karo 88 59 49 196
13 Dairi 94 62 52 208
14 Simalungun 90 60 50 200
15 Taput 91 61 51 203
16 Pakpak 52 50 147 249
17 Humbahas 106 72 61 239
18 Samosir 108 7 112 227
19 Tapsel 103 51 75 229
20 M. Natal 103 68 57 228
21 P. Lawas 130 80 72 282
22 Paluta - - - 238
23 Tapteng 104 71 61 236
24 Asahan 97 65 55 217
25 Batu Bara 109 75 63 247
26 Labuhan Batu 96 68 55 219
27 Labusel 107 71 59 237
28 Labura 119 74 56 249
29 Nias 116 59 81 256
30 Nias selatan 120 81 68 269
31 Nias Utara 108 67 65 240
32 Nias Barat 116 77 64 257
Jumlah 3.000 1.957 2.009 7.209
NB: Kuota semestinya untuk Tanjung Balai, guru 66 orang, kesehatan 71 orang, teknis 64 orang, jumlah 241 orang. Tobasa guru 110 orang, kesehatan 66 orang, teknis 64 orang, jumlah 240 orang
Dari jumlah itu, tenaga guru yang paling banyak dicari dengan total 3 ribu kursi. Menyusul kemudian kemudian kebutuhan tenaga teknis mencapai 2.009 kursi serta tenaga kesehatan 1.957 orang.
Jumlah formasi itu tidak mengikutkan Tanjung Balai dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Kedua daerah tidak menerima pegawai baru karena alasan minimnya anggaran untuk menggaji. Sementara kuota CPNS untuk Tanjung Balai untuk guru 66 orang, tenaga kesehatan 71 orang dan tenaga teknis 64 orang, dengan jumlah keseluruhan 241 orang. Sementara untuk Tobasa tenaga guru sebanyak 110 orang, kesehatan 66 orang dan tenaga teknis sebanyak 64 orang dengan jumlah keseluruhan 240 orang.
Terkait jumlah CPNS yang diterima Pemko Medan sebanyak 184 orang, dikatakannya, tidak terkait dengan banyaknya tenaga pegawai honorer Pemko Medan. Lahum menegaskan, semua pegawai honorer di Pemko Medan sudah masuk database. Untuk honorer tahun 2005 sebanyak 195 orang. Itu juga sudah masuk database. Dan itu tidak ada hubungannya ke penerimaan CPNS.
Terkait tahapan penerimaan CPNS, Komisi A DPRD Sumut menekankan pada kabupaten/kota agar menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Hal itu sesuai PP nomor 19 tahun tahun 2010 yang menerangkan bahwa Gubernur adalah koordinator penyelenggaraan penerimaan CPNS di daerah.
Ada isu yang berkembang bahwa untuk penerimaan CPNS harus menyetor 150 juta rupiah ketika pemda bekerja sama dengan universitas luar daerah. Lebih baik daerah bekerja sama dengan USU atau UNIMED saja,” tegas Hardi.
Turut hadir pada rapat tersebut segenap jajaran BKD se-Sumut, diantaranya, BKD kota Tanjung Balai, BKD Sibolga, BKD Tapsel, BKD Kota Medan, BKD Karo, BKD Asahan, BKD Labuhan Batu, BKD Samosir, BKD Labusel dan BKD Binjai.
—
Formasi CPNS Tahun 2010
No. Daerah Guru Kesehatan Teknis Jumlah
1. Provsu 43 90 152 290
2. Medan 83 55 46 184
3. Binjai 68 46 39 153
4. Siantar 62 43 32 137
5. Tebing 66 46 39 151
6. Pasid 108 56 46 210
7. Sibolga 106 78 61 245
8 G. Sitoli 106 63 73 242
9 D. Serdang 96 64 53 213
10 Srdang Bedagai 109 74 62 245
11 Langkat 96 64 53 213
12 Karo 88 59 49 196
13 Dairi 94 62 52 208
14 Simalungun 90 60 50 200
15 Taput 91 61 51 203
16 Pakpak 52 50 147 249
17 Humbahas 106 72 61 239
18 Samosir 108 7 112 227
19 Tapsel 103 51 75 229
20 M. Natal 103 68 57 228
21 P. Lawas 130 80 72 282
22 Paluta - - - 238
23 Tapteng 104 71 61 236
24 Asahan 97 65 55 217
25 Batu Bara 109 75 63 247
26 Labuhan Batu 96 68 55 219
27 Labusel 107 71 59 237
28 Labura 119 74 56 249
29 Nias 116 59 81 256
30 Nias selatan 120 81 68 269
31 Nias Utara 108 67 65 240
32 Nias Barat 116 77 64 257
Jumlah 3.000 1.957 2.009 7.209
NB: Kuota semestinya untuk Tanjung Balai, guru 66 orang, kesehatan 71 orang, teknis 64 orang, jumlah 241 orang. Tobasa guru 110 orang, kesehatan 66 orang, teknis 64 orang, jumlah 240 orang



















0 komentar:
Poskan Komentar